Tugas b indo pjj
Dalam konteks Kurikulum Merdeka kelas 9, hubungan antara larangan penggunaan kata tertentu saat wawancara dengan materi Majas dan Tata Kata terletak pada ketepatan diksi (pilihan kata) dan situasi kebahasaan.
Wawancara adalah bentuk komunikasi formal. Kesalahan dalam memilih kata bukan hanya soal "salah ucap," tapi soal kegagalan memahami fungsi sosial bahasa yang sedang dipelajari.
1. Diksi dan Etika Berbahasa (Materi Kata)
Dalam materi Bahasa Indonesia kelas 9, kamu diajarkan bahwa kata memiliki makna denotatif (sebenarnya) dan konotatif (kiasan).
Kata Tabu & Slang: Saat wawancara, penggunaan kata populer/slang (seperti "gercep", "mager", atau "healing") harus dihindari. Secara materi, ini berkaitan dengan pemahaman Register Bahasa—yaitu variasi bahasa berdasarkan penggunaannya.
Kata Pengisi (Filler Words): Kata seperti "eh", "anu", atau "apa ya" menunjukkan kurangnya penguasaan kosakata formal. Materi kelas 9 menekankan pada kohesi dan koherensi saat berbicara.
2. Penggunaan Majas dalam Wawancara
Majas sering digunakan untuk memperindah tulisan, namun dalam wawancara, penggunaannya harus sangat hati-hati agar tidak menimbulkan salah paham.
Majas Hiperbola (Berlebihan): Hindari kata-kata seperti "Saya akan bekerja sampai mati demi perusahaan ini." Dalam materi kelas 9, hiperbola digunakan untuk efek dramatis dalam karya sastra, namun dalam wawancara, ini justru mengurangi objektivitas dan kejujuran.
Majas Eufemisme (Penghalusan): Ini adalah majas yang justru disarankan. Daripada mengatakan "Saya dipecat", lebih baik menggunakan "Saya terkena efisiensi tenaga kerja". Ini menunjukkan kematangan dalam memilih kata yang santun (aspek pragmatik).
3. Analisis Perbandingan: Teks Sastra vs. Wawancara
Unsur Teks Sastra (Fiksi) Wawancara (Formal)
Tujuan Menghibur/Menyampaikan emosi Menyampaikan informasi/Citra diri
Majas Bebas (Litotes, Personifikasi, dll.) Terbatas (Eufemisme saja)
Pilihan Kata Konotatif & Estetik Denotatif & Lugas
Struktur Kata Variatif/Tidak Baku (boleh) Baku & Efektif
Mengapa ini penting di Kurikulum Merdeka?
Kurikulum Merdeka menekankan pada Literasi Fungsional. Artinya, kamu tidak hanya menghafal apa itu Majas Metafora atau Personifikasi, tapi tahu kapan harus berhenti menggunakannya.
Wawancara menuntut kamu menggunakan bahasa yang lugas, sedangkan majas seringkali membuat informasi menjadi bias. Jadi, hubungannya adalah: Memahami majas membantu kamu membedakan mana bahasa untuk seni dan mana bahasa untuk profesionalisme.
Komentar
Posting Komentar