jawaban tugas b indo hari ini tanggal 11 november 2025

 

​3.  Teks Deskripsi Lingkungan Sekolah SMPN 160 Jakarta

SMP Negeri 160 Jakarta: Oasis Belajar di Timur Ibu Kota

​SMP Negeri 160 Jakarta, yang terletak di kawasan Ceger, Cipayung, dekat dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII), merupakan salah satu sekolah negeri favorit di Jakarta Timur. Sekolah ini dikenal dengan status Akreditasi A dan memiliki komitmen tinggi terhadap prestasi akademik maupun non-akademik, sebagaimana termaktub dalam motonya: "Unggul dalam prestasi, maju dalam kreasi, iman dan takwa menyertai."

​Situasi dan Kondisi Fisik

​Sekolah berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 2.603 \text{ meter persegi}. Bangunan utama terdiri dari beberapa blok yang menaungi 18 ruang kelas yang semuanya dilaporkan layak pakai 100%. Tata letak sekolah dirancang efisien, dengan area terbuka yang cukup untuk menampung kegiatan siswa. Fasilitas pendukung seperti laboratorium IPA, perpustakaan yang memadai, dan sanitasi siswa (jamban) sebanyak 36 unit tersedia untuk mendukung proses belajar mengajar.

​Meskipun berada di tengah hiruk pikuk kota, sekolah ini berkomitmen menciptakan lingkungan yang asri, aman, dan nyaman. Berbagai sudut sekolah ditanami pepohonan dan tanaman hias yang menjadi bagian dari upaya sekolah mewujudkan kepedulian lingkungan. Daya listrik sekolah cukup besar, didukung oleh PLN, dan akses internet yang memadai turut menunjang pembelajaran berbasis IT.

​Kondisi Sosial dan Akademik

​Jumlah siswa di SMPN 160 Jakarta cukup ideal dengan rasio siswa-guru yang baik, menunjukkan perhatian optimal dari para pendidik. Mayoritas guru telah memiliki kualifikasi dan sertifikasi yang tinggi.

  • Visi dan Misi: Sekolah ini bertekad menghasilkan lulusan yang berwawasan global dan memiliki kecerdasan majemuk berdasarkan Imtaq (Iman dan Takwa) serta Ipteks (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi).
  • Budaya Sekolah: Kehidupan sosial di sekolah didukung oleh pembiasaan budi pekerti, termasuk budaya 5S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun). Kedisiplinan tinggi, ketaatan beragama, dan kepedulian sosial-lingkungan menjadi nilai utama yang ditanamkan.
  • Kegiatan: Sekolah aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan, mulai dari proyek penguatan Profil Pelajar Pancasila, pengembangan bakat dan minat melalui ekstrakurikuler yang beragam, hingga peningkatan budaya literasi dan numerasi. Hal ini menciptakan lingkungan yang tidak hanya fokus pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter.

​Secara keseluruhan, SMPN 160 Jakarta menyajikan lingkungan belajar yang terstruktur, bersih, dan kondusif, didukung oleh tenaga pendidik yang berkualitas dan komitmen kuat terhadap pengembangan karakter dan prestasi siswa.

​4.  TEKS PROSEDUR PEMBUATAN DAN PERAWATAN TAMAN SEKOLAH

​Teks prosedur ini bertujuan memandu siswa, guru, dan staf sekolah dalam membuat dan merawat taman sekolah yang asri dan berkelanjutan.

​A. Teks Prosedur Pembuatan Taman Sekolah

​Tujuan: Menciptakan ruang hijau yang indah, sejuk, dan berfungsi sebagai media pembelajaran di lingkungan sekolah.

​Alat dan Bahan:

​Alat: Cangkul, sekop, garu, selang air/penyiram tanaman, sarung tangan, meteran, tali rafia, cetok semen (opsional untuk batas taman).

​Bahan: Tanah subur/kompos, pupuk kandang/organik, bibit tanaman (tanaman hias, tanaman obat, atau sayuran), batu bata/kayu/pot (untuk batas/wadah), air.

​Langkah-Langkah Pembuatan:

​Perencanaan dan Penentuan Lokasi (Persiapan):

​Tentukan area yang akan dijadikan taman (misalnya di depan kelas, samping kantin, atau area kosong di halaman).

​Ukur luas area dan buat sketsa sederhana tata letak taman (penempatan jalur, jenis tanaman, dan batas).

​Bersihkan lokasi dari sampah, rumput liar, dan puing-puing.

​Pengolahan Tanah:

​Gemburkan tanah menggunakan cangkul atau sekop hingga kedalaman sekitar 20-30 cm.

​Campurkan tanah dengan kompos atau pupuk organik. Perbandingannya bisa 2:1 (dua bagian tanah, satu bagian kompos) agar tanah kaya nutrisi.

​Pembuatan Batas dan Drainase:

​Pasang batas taman (menggunakan batu bata, kayu, atau pot) sesuai dengan desain yang sudah dibuat. Batas ini berfungsi menahan tanah dan memperindah tampilan.

​Pastikan area taman memiliki drainase yang baik agar air tidak menggenang. Jika perlu, buat saluran kecil di sekitar batas taman.

​Penanaman:

​Buat lubang tanam dengan kedalaman yang cukup untuk menampung akar bibit tanaman.

​Tanam bibit dengan hati-hati, pastikan leher akar (batas antara akar dan batang) sejajar dengan permukaan tanah.

​Tutup kembali lubang dengan tanah, lalu padatkan sedikit di sekeliling pangkal tanaman.

​Atur jarak tanam sesuai jenis tanaman agar tidak saling berebut nutrisi dan cahaya.

​Penyiraman Awal:

​Siram semua tanaman yang baru ditanam secara merata hingga tanah tampak basah.

​B. Teks Prosedur Perawatan Taman Sekolah

​Tujuan: Menjaga keindahan, kesuburan, dan kesehatan tanaman di taman sekolah.



Jadwal Perawatan:

Kegiatan Frekuensi Penanggung Jawab

Penyiraman Setiap pagi dan sore hari (sesuaikan dengan cuaca) Regu Piket/Petugas Khusus

Penyiangan Gulma (Rumput Liar) Minimal 1 kali seminggu Regu Piket/Kerja Bakti

Pemupukan 1-2 kali sebulan (tergantung jenis pupuk) Guru Pembina/Petugas Khusus

Pemangkasan 1-2 kali sebulan (sesuai kebutuhan) Siswa atau Petugas Khusus

Pengendalian Hama Segera setelah ditemukan hama/penyakit

Langkah-Langkah Perawatan:

  1. Penyiraman Rutin:
    • ​Siram tanaman secara teratur, terutama di pagi hari, agar tanaman memiliki waktu untuk menyerap air sebelum matahari terik.
    • ​Hindari menyiram terlalu banyak hingga air menggenang.
  2. Penyiangan (Membersihkan Gulma):
    • ​Cabut rumput atau gulma liar secara rutin hingga ke akarnya. Gulma akan mengambil nutrisi penting dari tanaman utama.
    • ​Gemburkan kembali tanah di sekitar tanaman saat menyingkirkan gulma.
  3. Pemupukan Berkala:
    • ​Taburkan pupuk organik (kompos atau pupuk kandang) di sekeliling pangkal tanaman, jangan langsung mengenai batang.
    • ​Lakukan pemupukan sesuai jadwal untuk memastikan nutrisi tanaman tercukupi.
  4. Pemangkasan dan Perbaikan:
    • ​Pangkas daun atau ranting yang kering, layu, atau terlalu rimbun agar tanaman mendapat cahaya dan udara yang cukup.
    • ​Segera ganti tanaman yang mati dengan bibit baru.
  5. Pengendalian Hama dan Penyakit:
    • ​Periksa tanaman secara berkala dari tanda-tanda hama (kutu, ulat) atau penyakit.
    • ​Gunakan pestisida organik (misalnya larutan air sabun atau ekstrak bawang putih) sebagai pencegahan atau pengobatan awal.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

TES KEMAMPUAN AKADEMIK SMP