jawaban ulangan 1 TKA
Jawaban :
1.Unsur Intrinsik (Pembangun dari Dalam)
Unsur intrinsik adalah komponen-komponen yang secara langsung membangun karya sastra itu sendiri dan tidak bisa dipisahkan dari keberadaan karya tersebut.
Tema: π‘ Ide pokok atau gagasan utama yang melandasi cerita.
Tokoh dan Penokohan:
Tokoh: Pelaku dalam cerita.
Penokohan: Cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan karakter serta sifat tokoh.
Alur/Plot: πΊ️ Rangkaian peristiwa yang disusun berdasarkan hubungan sebab-akibat. Biasanya meliputi tahap pengenalan, munculnya konflik, klimaks, antiklimaks, dan penyelesaian.
Latar/Setting: ⏳π Keterangan mengenai waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerita.
Sudut Pandang (Point of View): π£️ Posisi atau cara pengarang menceritakan kisah (misalnya, orang pertama 'aku' atau orang ketiga 'dia').
Gaya Bahasa: ✒️ Cara pengarang menggunakan bahasa, termasuk pemilihan kata (diksi) dan penggunaan majas.
Amanat: π Pesan moral atau pelajaran yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca.
Unsur Ekstrinsik (Pembangun dari Luar)
Unsur ekstrinsik adalah komponen-komponen yang berada di luar karya sastra, tetapi turut memengaruhi proses penciptaan dan bentuk karya tersebut.
Latar Belakang Masyarakat: π Faktor-faktor di lingkungan masyarakat saat karya itu diciptakan, meliputi kondisi ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat.
Latar Belakang Pengarang (Biografi): π€ Hal-hal yang berkaitan dengan diri pengarang, seperti riwayat hidup, kondisi psikologis, dan aliran sastra yang dianutnya.
Nilai-Nilai dalam Cerita: π Unsur-unsur yang mengandung nilai-nilai moral, agama, sosial, atau budaya yang tersirat dalam karya sastra, tetapi berasal dari norma-norma yang berlaku di masyarakat.
2.A. Cerpen (Cerita Pendek)
Istilah-istilah ini umumnya berkaitan dengan unsur intrinsik narasi:
Plot/Alur: Rangkaian peristiwa yang disusun secara kronologis dan memiliki hubungan sebab-akibat, mulai dari pengenalan hingga penyelesaian.
Tokoh/Penokohan: Tokoh adalah pelaku dalam cerita, sedangkan penokohan adalah cara pengarang menggambarkan karakter dan sifat tokoh tersebut (misalnya protagonis, antagonis).
Setting/Latar: Keterangan mengenai tempat, waktu, dan suasana terjadinya peristiwa dalam cerpen.
Sudut Pandang: Posisi pengarang dalam membawakan cerita (misalnya sudut pandang orang pertama 'aku' atau orang ketiga 'dia/nama tokoh').
B. Drama
Istilah-istilah ini berfokus pada pertunjukan dan dialog:
Babak: Bagian besar dari naskah drama yang mencakup serangkaian peristiwa di suatu tempat/waktu tertentu (seperti Act dalam teater).
Adegan: Bagian yang lebih kecil dari babak, ditandai dengan perubahan tokoh yang masuk atau keluar panggung.
Dialog: π£️ Percakapan yang dilakukan oleh para tokoh. Ini adalah elemen utama pembangun cerita drama.
Monolog: π€ Ucapan panjang yang disampaikan satu tokoh kepada dirinya sendiri atau penonton, untuk mengungkapkan pikiran atau perasaannya.
Prolog dan Epilog: Prolog adalah kata pendahuluan di awal drama (pengenalan), sedangkan Epilog adalah kata penutup di akhir drama (kesimpulan/pesan moral).
C. Puisi
Istilah-istilah ini berkaitan dengan bentuk dan bunyi bahasa yang khas:
Diksi: ✍️ Pilihan kata yang cermat dan sesuai untuk menciptakan keindahan serta makna yang padat dalam puisi.
Imaji/Citraan: Kata atau rangkaian kata yang menciptakan pengalaman indrawi bagi pembaca (misalnya citraan penglihatan, pendengaran, perabaan).
Rima/Persajakan: Pengulangan bunyi yang terdapat pada akhir larik puisi, berfungsi memberi unsur musikalitas.
Ritme/Irama: Tinggi rendah, panjang pendek, keras lembutnya ucapan bunyi dalam puisi yang menimbulkan alunan nada.
Baris/Larik: Satu deret kata dalam puisi, berbeda dengan kalimat dalam prosa.
Bait: Kumpulan dari beberapa baris/larik yang membentuk satu kesatuan makna dalam puisi (seperti paragraf dalam prosa).
3. Persamaan Pantun dan Syair
Kategori Puisi Lama Puisi Lama
Jumlah Baris per Bait Umumnya 4 baris (larik) Umumnya 4 baris (larik)
Jumlah Suku Kata Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata
Irama Terikat dengan irama dan rima sajak
•Perbedaan Pantun dan Syair
Perbedaan Pantun dan Syair
|
Rima Akhir (Sajak) |
Pola rima a-b-a-b (bersajak silang) |
Pola rima a-a-a-a (bersajak sama) |
|
Struktur Isi |
Terdapat Sampiran (Baris 1 & 2) dan Isi (Baris 3 & 4) |
Semua baris (1-4) adalah Isi |
|
Keterkaitan Makna |
Baris sampiran (1 & 2) tidak berhubungan dengan isi (3 & 4), hanya berfungsi sebagai pengantar rima. |
Semua baris (1, 2, 3, dan 4) saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan makna cerita/nasihat. |
|
Asal |
Asli dari budaya Melayu/Indonesia |
Berasal dari Arab-Persia |
|
Fungsi Utama |
Dapat berdiri sendiri (selesai dalam satu bait), sering berisi teka-teki, jenaka, atau nasihat singkat. |
Biasanya berisi cerita panjang, narasi, petuah, atau nasihat, dan maknanya sering berkelanjutan ke bait-bait berikutnya. |
Komentar
Posting Komentar